Selasa, 11 Maret 2014

Wisata Unik Dan Indah Di Provinsi Sumatra Utara



Danau Toba

Danau Toba merupakan salah satu danau terbesar di dunia, dan yang terbesar dan terpopuler di Indonesia. Danau itu seperti lautan yang luasnya lebih kurang 100 km x 30 km. Di tengah danau itu, ada sebuah pulau yang besar, yaitu Pulau Samosir yang berada pada ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut.
Berdasarkan penelitian dari para peneliti Universitas Teknologi Michigan, Amerika Serikat, di lokasi Danau Toba, pada masa 75.500 tahun yang lalu, pernah terjadi sebuah letusan maha dahsyat yang memusnahkan manusia, hewan dan tumbuhan. Letusan itu memuntahkan bebatuan dan abu vulkanik hingga sejauh 2.000km3. Arah muntahan letusan menimbulkan kegelapan hingga dua minggu lamanya. Dampak dari letusan adalah terbentuknya sebuah kawah gunung berapi yang besar, yang lama-kelamaan kawah tersebut terisi air yang akhirnya terbentuk sebuah danau yang besar, yaitu Danau Toba. Mengenai keberadaan Pulau Samosir, itu terbentuk diakibatkan oleh tekanan magma secara terus-menerus yang belum keluar dari perut bumi.


Brastagi

Brastagi adalah tujuan wisata utama di Tanah Karo yang terletak di ketinggian sekitar 4.594 kaki dari permukaan laut dan dikelilingi barisan gunung-gunung, memiliki udara yang sejuk dari hamparan perladangan pertaniannya yang indah, luas, hijau. Brastagi merupakan daerah tujuan wisata yang memiliki fasilitas lengkap di Tanah Karo, seperti hotel berbintang, restoran, golf dan lain-lain sampai kepada hotel yang tarifnya relatif dapat terjangkau. Brastagi juga dikenal dengan julukan kota “Markisa & Jeruk Manis”.
Dari kota “Markisa & Jeruk Manis” Brastagi, para pengunjung akan menikmati pemandangan yang indah ke arah pegunungan yang masih aktif, yaitu gunung Sibayak dan gunung Sinabung.Untuk mendaki gunung Sibayak diperlukan waktu lebih kurang 3 jam perjalanan dan kita bisa menikmati pemandangan yang indah di pegunungan tersebut atau perlu waktu 3 sampai 4 jam perjalanan di hutan untuk melihat kekayaan alam di dalamnya baik flora maupun fauna di sekitar hutan tersebut.
Selain buah-buahan, Brastagi juga terkenal sebagai penghasil berbagai jenis sayur-sayuran, buah-buahan dan bunga-bunga. Di kota Brastagi dilaksanakan beberapa peristiwa pariwisata antara lain “Pesta Bunga & Buah” dan festival kebudayaan “Pesta Mejuah-juah” yang diadakan setiap tahun. Tanah Karo juga memiliki tradisi yang telah turun temurun dilakukan yaitu “Kerja Tahun” yang diselenggarakan setiap tahun oleh orang-orang Karo yang tinggal di daerah tersebut ataupun yang sudah merantau datang kembali ke perkampungan yang memiliki hubungan keluarga untuk saling berkunjung dan bersilaturahmi.




Bukit Lawang

Di Kabupaten Langkat tepatnya di Kecamatan Bahorok, kita mengenal objek wisata Bukit Lawang. Bukit Lawang merupakan kawasan wisata yang mengedepankan keindahan alam; rimba belantara, Taman Nasional Gunung Leuser, lika-liku sungai bahorok yang berair jernih dan sejuk dihiasi air terjun kecil membuat suasana kawasan ini begitu nyaman. Daya tarik ini dilengkapi pula dengan adanya Pusat rehabilitasi Orang Utan yang merupakan program kerja sebuah badan dunia World Wide Life Fund (WWF). Dilokasi ini kita dapat menyaksikan bagaimana para petugas merehabilitasi perikehidupan orang utan yang elama ini tak mengenal alam terbuka sebagai habitat kehidupammya. Pemeriksaan secara teratur dan upaya mengenal kembali hutan sebagai menarik minat turis mancanegara.

Kawasan Bukti Lawang yang memadukan aneka keindahan alam seerti hutan, sungai, air terjun dan beberapa gua merupakan daya pikat untu melakukan aktifitas; treaking, rafting, tubbing, cross country dan berkemah atau camping. Disamping itu beberapa fasilitas berupa cottage (pondok wisata), restaurant, gerai souvenir, money changer, kios telepon umum dan camping ground semakin melengkapi kebutuhan kunjungan anda.


Arung Jeram Sei Wampu

Arung jeram merupakan salah satu paket wisata petualang, atau dapat juga dikatakan sebagai wisata minat khusus. Sei Wampu adalah salah satu objek wisata tempat diadakannya kegiatan Arung Jeram dan berlokasi di Kecamatan Salapian, tepatnya di Desa marike sekitar 79 KM dari Medan.
Aktivitas arung jeram di Sei Wampu sudah lama dikenal oleh wisatawan mancanegara, belakangan ini Sei Wampu mulai ramai dikunjungi wisatawan domestic maupun mancanegara. Tamu-tamu wisatawan mancanegara sering dibawa untuk berarung jeram dilokasi ini. Itulah sebabnya wisata arung jeram di Sei Wampu dari tahun ke tahun terus berkembang, baik dari potensi segmen, potensi pasar serta bervariasinya rute pengarungan yang ditawarkan dalam bentuk paket, sehingga wisatawan dapat menetukan pilihan sesuai dengan minat dan motivasi, ketersediaan waktu dan tingkat belanja yang diinginkan

Paket Petualangan
Yaitu pengarungan dari Rih Tengah hingga Bahorok yang membutuhkan waktu 2 (dua) hari pengarungan. Tingkat kesulitan sungai yang dilalui berkisar antara tingkat III dan IV dengan pemandangan sisi sungai cukup indah.
Paket Alam
Membutuhkan 2 (dua) hari perjalanan dengan start di Muara Lau Tebah, tingkat kesulitan sungai tidak terlalu tinggi dan lama pengarungan sekitar 5 (lima) s/d 6 (enam) jam hingga jembatan Bahorok.
Paket Rekreasi / Keluarga
Paket yang diperuntukkan bagi pemula ini dapat diikuti oleh pemula yang berusia 10-65 tahun. Tingkat kesulitan sungai sekitar tingkat II dan III dan cukup aman untuk kegiatan wisata dan rekreasi apalagi disiagakan Tim SAR di tempat yang rawan.


Pantai Kuala Serapu

Pantai Kuala Serapuh terletak di Kecamatan Tanjung Pura, juga berada di pesisir Perairan Malaka. Objek wisata ini memiliki pesona alam yang indah dengan pantai pasir putih yang landai yang luasnya +-6 Hektar. Latar belakang pantai yang ditumbuhi hutan cemara yang hijau merupakan habitat berbagai jenis burung, kera dan monyet. Beberapa kegiatan yang dapat dikembangkan dan dilakukan di pantai ini antara lain : Volly Pantai, memancing, camping, atau kegiatan lomba laying-layang. Ada beberapa fasilitas seperti home stay (rumah tumpangan) maupun sajian makanan ringan khas melayu.

Untuk menuku lokasi ini kita memulainya dari pelabuhan boat di Tanjung Pura. Waktu tempuh menuju lokasi ini +- sekitar 40 Menit menelusuri Sungai Batang Serangan.


Pemandian Pangkal Namo Sira-sira

Pemandian Alam Pangkalan Namu Sira Sira terletak di Desa Blinteng dan Durian Lingga. Objek pemandian alam ini merupakan sungai yang jernih dengan air yang begitu sejuk dan menyegarkan. Objek ini berada dalam kawasan proyek bendungan irigasi Namu Sira Sira, Kecamatan Sungai Bingai dengan jarak tempuh sekitar 18 Km dari Binjai. Kita dapat berkunjung ke tempat ini dengan menggunakan kendaraan roda empat dan waktu tempuh sekitar +- 30 menit.

Pemandian ini sebenarnya merupakan proyek bendungan irigasi untuk mengairi persawahan petani. Tetapi karena yang disekitarnya cukup indah, pada hari libur sekolah tempat ini menjadi salah satu alternative kunjungan wisata.


Pemandian Pantai Biru

Objek wisata ini terletak di Desa Pamah Tambunan sekitar 8 Km dari ibukota Kecamatan Salapian atau 50 km dari kota Binjai. Tempat rekreasi ini disebut dengan Pemandian Pantai Biru karena aliran sungai yang jernih dan sejuk serta berwarna kebiru-biruan yang membuat bebatuan yang ada di dasar sungai tampak jelas.
Pemandian alam sungai ini ramai dikunjungi terutama saat libur sekolah sebagai tempat rekreasi dengan hawa pegunungan. Lokasi ini juga cocok untuk dijadikan tempat berkemah khususnya bagi para remaja.
Selain kesejukan airnya, disekitar pemandian ala mini terdapat sebuah gua yang oleh masyarakat setempat disebut dengan gua “alam liang”. Gua ini sering dimasuki oleh para pengunjung karena tidak berbahaya dan juga dijadikan sebagai tempat berteduh di waktu hujan.
Pemandangan disekitar objek wisata ini masih alami, dimana kita juga bisa melihat sarang lebah bergantungan ditebing sungai yang diakui oleh masyarakat setempat tidak pernah kosong sejak 50 tahun yang lau, bahkan disaat banyak bisa mencapai lebih dari 10 sarang lebah.
Keindahan dan kesejukan air sungai Piang, Pemandian Pantai Biru merupakan daya tarik utama objek wisata ini. Ditambah pula dengan adanya hiburan band atau keyboard pada saat hari libur dan hari besar, yang membuat pengunjungnya bertambah banyak.



Air Terjun Lau Berte

Lokasi Air Terjun ini terletak di Sungai Bingai. Sekitar 10 Km di sebelah utara Pekan Namu Ukur atau sekitar 28 Km dari kota Binjai. Selain menikmati indahnya air terjun, pengunjungnya dapat menikmati panorama yang cukup indah. Pada hari-hari libur banyak pengunjung yang dating ke tempat ini untuk menikmati keindahan alam sekaligus menikmati jernih dan sejuknya air sungai.
Lokasi inipun sangat layak untuk kegiatan kemping atau perkemahan dan tracking atau jelajah hutan. Air terjun dengan ketinggian 40 m ini sesungguhnya dapat juga dikembangkan sebagai pembangkit tenaga listrik.


Ekowisata Tangkahan
Kawasan Ekowisata Tangkahan berada di Kecamatan Batang Serangan. Hamparan hutan rimba yang menyelimuti Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) yang menyimpan ribuan macam Flora serta berbagai jenis Fauna seperti Orang Utan, Harimau Sumatera, Kedih, gajah dan beberapa jenis burung langka yang dilindungi seperti Kuaw, Merak dan Enggang, menjadikan alam tangkahan begitu memukau dan mempesona. Terdapat juga fauna langka yang tetap dilestarikan seperti bunga bangkai raflesia yang mengundang wisatawan untuk mengunjungi tempat ini.

Air sungai Batang Serangan yang banyak dihuni jenis-jenis ikan air tawar seperti jurung, sibarau, can-can dan lain-lain sangat menjanjikan sebagai tempat rekreasi memancing. Dilokasi ini juga telah tersedia 3 buah Cottage atau pondok wisata yang dibangun di kesunyian rimba kawasan ini. Bagi mereka yang berjiwa petualangan, objek ini sangat menantang untuk melakukan aktifitas tracking, Tubbing, camping atau ingin menikmati perjalanan di seputar kawasan dengan menunggang gajah. Di tempat ini juga kita dapat menjumpai dan menikmati air panas, air terjun serta gua-gua yang begitu fantastis.
Ekowisata Tangkahan ini dapat dicapai dengan menggunakan kendaraan roda empat dan roda dua. Lokasi yang berjarak sekitar 90 km dari kota Binjai memakan waktu tempuh sekitar 3 jam. Kawasan ini selalu menjadi tempat dilakukannya berbagai kegiatan-kegiatan seminar oleh beberapa LSM yang sangat peduli terhadap pelestarian lingkungan. Itulah sebabnya upaya yang dilakukan masyarakat melalui Lembaga pariwisata Tangkahan, Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) serta LSM Peduli Lingkungan telah menghasilkan penghargaan konservasi alam tingkat Nasional pada tahun 2006

Tidak ada komentar:

Posting Komentar